Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Sunday, 6 March 2016

, ,

Tipe Belajar Paus Terdampar


Tiap orang punya cara belajarnya masing-masing. Entah dari sumber mana, katanya ada orang bertipe visual, audio, by experience, trial and error dll.

Sejak pertama ke UK, entah kenapa saya merasa agak kurang nyaman belajar. Padahal, fasilitas perpustakaan sangat bagus, lab komputer mewah, ada kafe dimana-mana. Tapi, ada sesuatu yang beda dari kebiasaan saya belajar dahulu.

Hari ini, setelah bersih2 kamar (entah sudah berapa minggu ga di bersihin), saya menemukan lagi hal yang "hilang" itu.

Setelah merefleksikan diri, saya sadar bahwa selama lebih dari 10 tahun saya belajar di bangku sekolah, saya lebih sering belajar versi "lesehan" dan "tengkurep". Apalagi ketika kuliah, ketika kerjaan nongkrong di basecamp Kelompok Studi Kelautan, para penghuni Palung "dho pating dlosoran" bagaikan paus terdampar.

Jadi, hari ini saya tumpuk meja belajar saya supaya ruang "dlosor" lebih luas. Ajaibnya, saya merasa lebih produktif!

Ternyata, tipe belajar saya tipe paus terdampar. ‪#‎ajaib‬!

ps: mungkin bisa request ke perpus buat dikasih tempat lesehan, hemat dan murah karena tidak perlu kursi dan meja
Continue reading Tipe Belajar Paus Terdampar

Thursday, 3 March 2016

, , ,

Your Lie in April: A Roller Coaster of Emotions, Amazing Music!

Shigatsu wa kimi no uso (Your Lie in April)

I love classical music

Saya tidak tahu banyak tentang musik klasik, tapi musik klasik sudah mewarnai hidup saya sejak kecil. Maklum, ayah saya seorang dosen dan pemain gitar klasik. Entah di rumah atau di tempat konser (karena diculik nemenin bapak atau dapet tiket gratis), musik klasik bisa memberikan warna yang beraneka ragam di kehidupan kita. Ada sebuah feel yang tidak akan kamu temukan di musik-musik pop di negeri ini.

Itulah alasan pertama saya sangat menikmati seri anime ini.

Saya sudah pernah merasakan duduk di kursi penonton, melihat berbagai macam pertunjukkan klasik yang ada di sekitaran Jogja. Pernah juga saya mengajak beberapa teman kampus untuk melihat konser, dan ada teman yang langsung tidur di beberapa menit pertama (begitu juga di anime ini, haha).

Di anime ini, si mangaka menggambarkan permainan yang sangat menyentuh hati, sampai-sampai ada ilusi yang bisa dilihat si penonton. Agak lebay mungkin. Tapi, kamu akan memahami perasaan itu ketika sudah pernah melihat sebuah pertunjukkan langsung. Pernah di sebuah pertunjukkan musik kontemporer di Pusat Studi Prancis, tiba-tiba suasana menjadi hening, as if the world stopped. Dan ketika kau melihat penonton di kanan kirimu, yang kamu lihat adalah semua orang terdiam, mulut menganga dengan mata berbinar-binar.



That is a moment you'll treasure for your whole life! Really.

Pernah juga waktu itu kami menonton konser dari salah satu pianis kelahiran Indonesia yang sejak kecil tinggal di Belanda (so sorry I can't remember his name!). Di awal pertunjukkan beliau memohon maaf ke penonton karena bahasa Indonesianya yang agak terbatas. Sebuah bakat dan permainan yang luar biasa. Tidak hanya membawakan lagu-lagu klasik dari komposer ternama, beliau juga menampilkan karya original komposisi dia sendiri. I can't stop giving standing applause sampai tangan saya sendiri perih :). Di akhir pertunjukkan, dengan sekeras mungkin berusaha berbicara bahasa Indonesia yang terbata-bata, sang pianis maju ke depan panggung, "Saya mendedikasikan karya terakhir ini untuk kedua orang yang telah menjadikan saya hari ini, yang saat ini duduk di depan saya, ayah dan ibu saya". Sebuah momen yang sangat emosional, yang membuat seluruh penonton memberikan standing applause meskipun si pianis belum memulai permainannya.

Rivalry can always bring you further than you can imagine!

Hmm, setelah saya mengingat-ingat lagi 10 tahun yang lalu, saya meluangkan banyak waktu saya di SMP dan SMA mengikuti kompetisi, yang berawal dari sebuah hom pim pah di depan kampus lama MIPA UGM. Bertemu banyak sahabat baru dan rival baru, telah membawa saya untuk terus memperbaiki diri, sampai bisa melanjutkan studi di UK saat ini. Dan alhamdulillah, silaturahmi itu selalu kami jaga sampai saat ini. Thanks a lot my fiere!

Itulah kenapa saya sangat menikmati tema tersebut di anime ini. I know that feel :)

 "Thank you for giving color to my life" 

Semua orang pasti sudah pernah tau rasanya jatuh, when you can't feel anything, just feeling so negative and down. Mungkin saat itu saya juga merasakan hal yang sama, jenuh dengan segala kesibukan di kompetisi. Just feeling plain, meskipun saat itu sebuah achievement sudah di tangan. Momen ketika hidupmu: monotone.

Then, out of nowhere, a  certain someone come and give a color to my life :)

She is like a roller coaster, a bit selfish and self oriented, yet funny, and beautiful. Dia mungkin menjadi alasanku untuk melanjutkan berkarya, keep me on track. Give me a passion, dan membuatku semakin dewasa. Menang dan kalah tidak lagi menjadi beban, just try your best! Karena ada hal yang lebih berharga untuk diperjuangkan. Kalau dipikir-pikir, kompetisi terakhir yang kami ikuti cuma gara-gara ingin nostalgia di tempat kami dulu bertemu.

Itulah kenapa karakter Kaori di anime ini sangat berkesan bagi saya :)

Dan di sisi lain, I feel so stupid, seperti Kousei yang bener-bener ga sensitif. The one who care about you was always there, so close, yet you don't realise it. But I'm grateful that I'm not too late to realise it :)

But..., Don't watch the series!

Karya ini memang berhak mendapatkan appraisal dari berbagai reviewer. Mungkin banyak komentar juga bahwa karya ini terlalu cliche, tipikal sebuah drama. But..., Don't watch the series if  you're not prepared for the feels!

Awesome music, awesome story.
:)

Continue reading Your Lie in April: A Roller Coaster of Emotions, Amazing Music!

Tuesday, 10 June 2014

Redefining intelligence


Selamat malam rekan-rekan sejawat :D.

Malam ini saya mau mencoba menanggapi sebuah pertanyaan (atau sebuah request) dari Mimin Biogama terkait tips untuk sukses di Olimpiade atau pun untuk terus berprestasi.

Jawabannya cukup sederhana, yaitu kerja keras dan belajar.

Semua orang diberi modal yang sama oleh Allah SWT, 24 jam sehari. Waktu inilah yang akan teman-teman gunakan sebagai modal yang akan diinvestasikan untuk berproses.

Tidak ada kata instan untuk meraih sesuatu, nikmatilah waktu yang rekan-rekan invest untuk berproses, dan have fun!
Oke, tapi realitanya ga begitu mas! Buktinya saya sudah bekerja keras, tapi tetap hasilnya ga ada bedanya. Emang dasarnya ada yang diberikan Tuhan lebih, ada yang tidak. Tuhan memang tidak adil!

Seringkali saya mendengar keluhan-keluhan serupa dari beberapa orang. Biasanya sih saya Cuma menghela nafas, tersenyum kecil, sambil merasa kasihan. Siapa kamu berhak men-Judge Tuhan tidak adil?

Tuhan Maha Adil.

Tiap orang diberikan kelebihan dan kekurangan, dan tiap orang diberi kesempatan untuk dapat menjadi lebih baik.

Ar-Ra'd 11. ....إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ....
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” 

Ada banyak cara untuk dapat merubah diri, tiap individu unik, tapi ada satu hal yang perlu diperhatikan untuk semua, yaitu menjadi CERDAS.
Apa sih cerdas itu?

Klasik-nya, cerdas itu ketika kamu dapet nilai A, ketika IPK kamu tiga koma, pokoknya kamu Maha Benar :p



Sebuah hasil riset yang menarik dari seorang pakar komputer dan fisika, Alex Wissner-Gross (2013) dalam TEDxBeaconStreet, menjelaskan formula dari kecerdasan, yaitu:

F = T ∇ Sτ

Duh, jangan-jangan anak Biologi udah pada alergi nih sama rumus – rumus ginian. Hehe,

So what you're seeing here is a statement of correspondence that intelligence is a force, F, that acts so as to maximize future freedom of action. It acts to maximize future freedom of action, or keep options open, with some strength T, with the diversity of possible accessible futures, S, up to some future time horizon, tau. In short, intelligence doesn't like to get trapped. Intelligence tries to maximize future freedom of action and keep options open.

Jadi, kecerdasan adalah sebuah gaya, F, yang yang bekerja untuk memaksimalkan kebebasan untuk bertindak di masa depan (iki translate-an gugel).

Singkatnya, kecerdasan tidak suka terperangkap dalam suatu kondisi. Dia selalu berusaha untuk memaksimalkan kebebasan bertindak di masa depan dan memastikan bahwa selalu ada opsi yang bisa diambil.

So, sudah cerdaskah anda?

Sebagai mahasiswa, lakukan apa yang rekan-rekan minati. Ambil langkah-langkah strategis yang bisa membukakan masa depan teman-teman.
Tidak ada salahnya “ijin” dari kelas untuk mengikuti sebuah acara di luar, entah itu lomba, konferensi, aksi, diskusi, dll. Berjejaring, membuat koneksi baru, membuka wawasan, keluar dari kotak yang kamu buat sendiri, dan buat masa depanmu sendiri. Ketika kamu meng-invest waktu untuk membolos kuliah, ya konsekuensinya gampang, kamu harus bisa belajar lebih keras dari teman-teman yang ga bolos.

Kalau masih merasa mata kuliah “X” itu sulit, keluarlah dari opini tadi, dan buat mata kuliah itu jadi gampang. Saya rasa tiap mata kuliah sudah disusun dengan silabus yang jelas, jadi seharusnya sudah ada pattern dong kira-kira bakal kayak gimana ujiannya. Diprediksi bisa kok, apalagi kalau sudah ada contoh soal tahun lalu. Usaha lah, ada kakak angkatan, ada teman yang pintar dan rajin, ada catetan, ada buku, dll. Satu hal yang pasti, trust yourself!Ga ada yang bisa menjamin hasil yang kamu capai kecuali kamu sendiri, dan jangan salahkan siapapun untuk itu.

Tapi kadang “kesibukan” itu malah jadi kambing hitam seorang aktivis untuk tidak dapat berprestasi di bidang akademik. Saya rasa itu langkah yang kurang cerdas. Misal gini, saking rajinnya berjejaring, anda dapat nilai jelek untuk suatu mata kuliah, dan harus mengulang di tahun depan. Impact-nya, waktu yang bisa kamu invest untuk hal lain berkurang, dan hal ini sangat merugikan.

I don’t like to get trapped.

Jujur, saya fobia dengan tempat sempit. Saya suka untuk dapat bergerak leluasa. Saya benci terjebak macet, oleh karena itu saya suka lewat jalur-jalur alternatif di Jogja :p

Dalam berkarya pun seperti itu.

I don’t like to get trapped.

Dunia itu luas, masa sih cuma di sini-sini doang. Mari kita keluar dari kotak ini, dan buatlah masa depan yang lebih luas.

W = F ΔS

Usaha = Gaya x Jarak.

Kalo hidup kamu masih gini-gini aja, berarti kamu belum usaha, cuma gaya doang.
Continue reading Redefining intelligence